Aquaponik merupakan berkelanjutan yang bisa digunakan untuk pemeliharaan ikan sekaligus sayuran. Cara ini cukup populer di berbagai kalangan. Keunggulan aquaponik yang paling disadari adalah kamu bisa melakukan pertanian tetapi di dalam ruangan. Kebutuhan akan air, tanah dan juga tenaga bisa lebih ditekan ketika menggunakan sistem ini.
Meskipun bukan sistem yang baru, namun ternyata masih ada yang belum terlalu akrab dengan metode ini. Padahal, apabila bisa mengembangkan sistem aquaponik maka keuntungan yang akan didapatkan bisa berlipat.
Keunggulan Aquaponik
1. Hasil Ganda
Ketika menggunakan sistem aquaponik, kamu bisa memanen sayuran sekaligus ikan. Hal ini seperti peribahasa sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Dengan satu kali usaha perawatan, maka kamu sudah bisa mendapatkan dua hasil sekaligus. Tentunya hal ini sangat menguntungkan.
Berbeda dengan pertanian bergaya konvensional, kamu harus mengurus satu per satu individu tersebut untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dengan aquaponik, kamu akan lebih simpel dan lebih mudah dalam perawatan dan mendapatkan hasil panen yang melimpah.
2. Penghematan Lahan
Walaupun di dalam sistem pertanian ada istilah mina padi, atau memelihara ikan di area persawahan, namun terbukti tidak semua lahan bisa menggunakan sistem ini. Terlebih lagi tidak semua petani mau melakukan cara tersebut karena memang cukup rumit.
Hal ini berbeda dengan sistem aquaponik. Kamu tidak perlu lahan yang luas untuk menerapkan sistem ini. Cukup tempatkan lahan untuk tanaman / sayuran di atas kolam ikan. Sistem tumpang tindih ini tentunya lebih menghemat lahan dan lebih mudah mengantisipasi ketika salah satu sistem bermasalah.
Sistem ini bisa diterapkan di tempat yang sudah minim akan lahan luas, misalnya di perkotaan. Kamu bisa menempatkan lahan aquaponik secara vertikal maupun horizontal tergantung dari kesiapan kolam yang ada.
3. Keunggulan Aquaponik: Penghasil Tanaman Organik
Dalam aquaponik, air yang kaya nutrisi dari pemeliharaan ikan memberikan pupuk alami untuk tanaman dan tanaman membantu menjernihkan air untuk ikan. Jadi bisa dikatakan terjadi simbiosis mutualisme di sini. Kotoran ikan akan dialirkan kepada tanaman sebagai nutrisi dan tanaman memberikan imbalan berupa penyaringan.
Dengan demikian, kamu tidak perlu memberikan pupuk apapun untuk tanaman, terlebih pupuk kimia. Kotoran ikan sudah merupakan pupuk organik yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman dengan dosis yang sesuai.
4. Bernilai Jual Tinggi
Baik ikan maupun tanaman yang dihasilkan dalam sistem aquaponik adalah organik. Hal ini disebabkan ketiadaan penggunaan bahan kimia yang tentunya berbahaya dan tidak disarankan. Dengan hasil yang organik semacam ini maka harga jualnya pun akan lebih tinggi dibandingkan ketika menggunakan sistem pertanian biasa.
5. Fleksibel
Seperti yang sudah disebut sekilas di atas, sistem aquaponik ini sangat fleksibel. Kamu bisa memilih untuk meletakkan media tanaman dengan bentuk vertikal maupun horizontal. Hal tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi ruangan maupun tanaman yang akan dibudidayakan.
Contohnya apabila kamu lebih mengharapkan tanaman yang dihasilkan nantinya akan memberikan panen yang melimpah, maka tentu saja peletakan media tanam harus dalam posisi vertikal. Namun jika tipe tanaman yang dibudidayakan adalah tanaman merambat yang jalur pertumbuhannya adalah melebar, maka kamu bisa menerapkan posisi horizontal.
6. Penghematan Air
Air yang dipakai dalam sistem ini akan terus bersirkulasi sehingga tidak akan terjadi penambahan maupun pengurangan air. Jika pun terjadi penambahan, ini lebih dikarenakan penguapan bukan karena sistem aquaponik itu sendiri.
Dengan demikian, kamu sudah menerapkan sistem yang ramah lingkungan, mengingat ketersediaan air bersih sekarang ini sudah mulai langka dan harus digunakan secara bijaksana. Dengan air yang minim, maka biaya untuk penyiraman, pengadaan air dan segala yang berhubungan dengan air dapat ditekan.
7. Memiliki Banyak Manfaat
Keunggulan aquaponik selanjutnya adalah manfaatnya yang bisa dirasakan di rumah, sekolah hingga di masyarakat.
- Rumah : aquaponik dapat meningkatkan ketahanan pangan yang dimulai dari keluarga. Apabila menerapkan sistem ini, sebuah keluarga sudah dapat memenuhi kebutuhan sayuran dan protein dengan mudah dan tentunya segar.
- Sekolah : para guru di sekolah bisa mengenalkan siklus biologis alam dengan membuat sistem ini di lingkungan sekolah.
- Masyarakat : Apabila di dalam satu lingkungan mulai diberdayakan untuk membuat sistem aquaponik, maka kebutuhan akan sayur dan protein bisa didapatkan dengan mudah dan tentunya bisa memperbaiki gizi bagi kalangan menengah ke bawah.
- Komersial : para pengusaha menyadari bahwa sistem ini dapat menyediakan komoditas yang lebih banyak dalam waktu yang bersamaan. Tentunya ini merupakan jalan untuk bisa mendatangkan keuntungan yang besar.
Kelemahan Aquaponik
1. Biaya Mahal
Biaya pembuatan sistem aquaponik memang lebih mahal dibandingkan dengan sistem konvensional. Mulai dari pembuatan kolam, sistem sirkulasi hingga instalasinya. Jika kamu seorang pemula, biasanya akan kesulitan untuk merakit sistem ini. Maka dari itulah biasanya dibutuhkan tenaga profesional untuk merakitnya yang tentu saja dihargai dengan mahal.
Selain perakitan, bahan baku untuk pembuatan sistem ini juga tidak murah. Sebab, untuk merawat dua komoditas sekaligus tentunya harus menggunakan bahan berkualitas agar hasil yang dinikmati juga memiliki mutu yang tinggi.
2. Membutuhkan Suplai Listrik
Dalam sistem aquaponik, kamu membutuhkan penyaring, aerator, dan juga pompa yang semuanya membutuhkan aliran listrik. Tanpa pasokan listrik, maka oksigen tidak akan bisa terdistribusi dengan baik, selain itu juga nutrien padat yang ada di dasar kolam tidak dapat diserap sehingga bisa menimbulkan lumut dan membahayakan ikan.
Untuk mengatasinya tentu dibutuhkan generator ketika listrik padam, terlebih jika ikan yang kamu pelihara jumlahnya banyak. Namun dengan demikian maka artinya kamu juga membutuhkan anggaran lebih untuk pengadaan genset.
3. Keterampilan Khusus
Sebenarnya sistem aquaponik tidak disarankan untuk pemula karena dibutuhkan keterampilan khusus dalam pemeliharaan ikan sekaligus tanaman yang ada di atasnya. Namun, jika pun kamu adalah seorang pemula, tidak perlu berkecil hati. Asalkan kamu memiliki komunitas aquaponik ataupun mentor untuk bisa bertanya, maka tidak usah takut untuk menjalankan sistem ini.
4. Perawatan Ekstra
Karena merawat dua biota sekaligus, maka tentunya dibutuhkan perawatan ekstra agar keduanya bisa tumbuh secara optimal. Selain peralatan tambahan, nutrisi untuk ikan dan tanaman juga perlu diperhatikan. Belum lagi jika kamu akan membersihkan kolam yang tentunya akan berimbas pula pada tanaman yang ada di atasnya.
Komponen Dalam Sistem Aquaponik
1. Bak Pemeliharaan Ikan
Bak ini juga sering disebut dengan growing tank maupun tangki kultur. Untuk bahan pembuatan bak maupun kolam tentunya beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Hanya saja, bahan tersebut haruslah memenuhi syarat berupa tidak akan berkarat dan tidak bersifat toksik pada ikan. Kamu bisa menggunakan karet, kaca, logam hingga kayu untuk membuat kolam.
2. Penyaring Partikulat
Alat sump particulate ini digunakan sebagai penyaring materi padat yang tidak sengaja ada di dalam kolam sehingga menghindarkan tersumbatnya biofilter.
3. Biofilter
Alat ini digunakan untuk menyaring bakteri maupun senyawa toksik lainnya sehingga air akan aman untuk ikan dan tanaman.
4. Penyuplai Oksigen
Penggunaan aerator bertujuan untuk menjaga ketersediaan oksigen terlarut
5. Pompa Resirkulasi
Alat ini bertujuan untuk mengarahkan aliran air.
Dengan keunggulan aquaponik yang begitu banyak serta manfaatnya yang luas, tak heran banyak orang berusaha untuk menguasai sistem ini. Aquaponik adalah contoh bagus dari pertanian dalam ruangan yang bisa dilakukan sepanjang tahun dan tentu saja menghasilkan panen yang melimpah dan sehat.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·