free web page counters

Cara Membuat Pupuk Organik agar Tanaman Subur

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

Dalam pertanian, tentu mengenal berbagai macam jenis pupuk, salah satunya adalah pupuk organik. Jenis pupuk ini tergolong ramah di kantong, bahkan kamu bisa membuat pupuk organik sendiri apabila memiliki pertanian. Cara pembuatannya tidak sulit, hanya saja membutuhkan waktu yang lumayan lama tergantung dari banyak atau sedikitnya.

Sobat ingin belajar membuat pupuk organik sendiri di rumah? Bisa dengan langkah-langkah yang sudah kita tuliskan di artikel ini. Simak ya :

Cara Membuat Pupuk Organik Padat

1. Persiapkan Alat dan Bahan

Persiapkan Alat dan Bahan
AlatBahan
1. Cangkul atau Sekop1. 500 kg atau 1 ton kotoran kambing atau sejenisnya
2. Terpal2. 100 kg atau 200 kg sekam atau bekas gergaji kayu
3. Ember3. 100 kg atau 200 kg kapur pertanian atau dolomit
 4. EM4 sebanyak 4 botol

2. Membuat Tempat Pengolahan

Membuat Tempat Pengolahan

Pembuatan tempat pengolahan pupuk ini harus terbebas dari genangan air ataupun terkena air hujan. Ini bertujuan agar tidak mengganggu proses pembuatan pupuk dan hasilnya lebih optimal. Disini kamu bisa membuat tempat pengolahan permanen atau dengan membuat kotak kayu, namun pastikan seluruhnya rapat.

3. Haluskan Kotoran Hewan

Haluskan Kotoran Hewan

Setelah tempat sudah siap, mulailah dengan menghaluskan kotoran hewan yang digunakan. Apabila kamu menggunakan kotoran kambing, maka perlu dihaluskan terlebih dahulu menggunakan mesin penghancur. Namun jika menggunakan kotoran hewan lain seperti kerbau atau sejenisnya, maka tidak perlu dihaluskan.

4. Tahap Pembuatan

Tahap Pembuatan

Pada tahap ini kamu akan membuat beberapa lapisan dari bahan-bahan yang telah disebutkan sebelumnya. Campuran bahan inilah yang nantinya akan menjadi pupuk organik dan langsung bisa digunakan. Berikut langkah-langkahnya :

  • Campurkan terlebih dahulu kotoran hewan yang sudah dihaluskan bersama sekam dan kapur pertanian. Pastikan seluruhnya merata dan lebih baik dibuat secara langsung seluruhnya.
  • Masukkan campuran tadi ke dalam wadah yang telah dipersiapkan sebelumnya hingga ketebalannya mencapai 20-30 cm.
  • Sekarang beralih ke pembuatan cairannya. Siapkan wadah cukup besar dan isi dengan air. Tambahkan larutan EM4 ke dalam wadah tersebut sesuai dengan takarannya.
  • Larutan EM4 yang sudah jadi sudah siap untuk dicampurkan pada bahan awal yang sudah dicampur sebelumnya.
  • Siram sedikit demi sedikit hingga kadar penggunaannya mencapai 40% ke dalam wadah yang berisi campuran bahan utama. Pastikan kamu menyiramnya secara merata dan jangan sampai ada yang terlewat.
  • Cek kadar air dengan cara menggenggam kotoran tersebut. Apabila tidak ada air yang menetes, artinya komposisi air sudah pas. Namun jika masih menetes, kamu bisa menambahkan campuran yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Setelah dirasa pas, sekarang timbun lagi lapisan tadi dengan sisa campuran yang telah dibuat sebelumnya. Jangan ditekan hingga padat, biarkan masuk seluruhnya dan agar di dalam wadah tersebut masih ada jalur udara.
  • Jika sudah masuk seluruhnya, tutup wadah tersebut menggunakan terpal. Pastikan seluruhnya tertutup terpal dan tidak ada celah sedikitpun. Jangan lupa untuk memberinya beban pada setiap sudut terpal agar terpal tidak lepas. Diamkan timbunan pupuk tadi selama kurang lebih 1 minggu. Selama jangka waktu tersebut, jangan pernah membuka terpal agar proses berhasil.

5. Tahap Panen

Tahap Panen

Setelah 1 minggu penuh, kamu bisa membuka terpal tersebut. Ini bertujuan agar pupuk mengalami proses aerasi pada pengomposannya. Apabila terpal tersebut dibuka dan terdapat hawa panas yang keluar dari wadah tersebut, artinya proses pengomposan berhasil.

Pada tahap ini pupuk sebenarnya sudah bisa digunakan, namun sayangnya masih memiliki aroma amoniak yang tinggi. Kamu bisa mendiamkannya selama kurang lebih 3 minggu agar baunya tidak terlalu pekat.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

1. Mempersiapkan Alat dan Bahan

Mempersiapkan Alat dan Bahan
AlatBahan
1. Sekop1. Kotoran hewan
2. Tong Plastik ukuran 100 liter2. 30 kg daun leguminosa atau debog pisang atau sejenisnya
3. Selang Aerator Transparan panjang 1 meter dengan diameter 0,5 cm3. 100 gr gula merah
4. Botol Plastik Bekas 1 liter4. 50 ml EM4
 5. Air Bersih

2. Pembuatan Wadah

Pembuatan Wadah

Pembuatan wadah kali ini tidak sulit, kamu hanya perlu membuat lubang pada tutup tong plastik tersebut seukuran dengan selang aerator. Pastikan pembuatan lubang ini tepat, yang berarti tidak boleh terlalu besar karena nantinya akan berpengaruh dalam proses pembuatan pupuk organik cair ini. Gunakan alat bantu jika kesulitan membuat lubangnya.

3. Tahap Pembuatan

Tahap Pembuatan
  • Cacah atau potong kecil-kecil bahan organik karena nantinya akan digunakan sebagai bahan utama. Adapun yang dimaksud disini adalah bahan poin 2.
  • Masukkan hasil potongan tersebut ke dalam tong plastik. Perbandingannya adalah 2/3 diisi dengan bahan organik, sisanya diisi oleh air. Kamu bisa mengira-ngira takarannya.
  • Tambahkan air bersih ke dalam tong tersebut sesuai takarannya.
  • Buat campuran EM4 dan gula merah sebanyak 5 liter. Pastikan kamu memberikan takaran EM4 yang tepat dan jangan terlalu kebanyakan.
  • Aduk merata campuran EM4 tersebut dan tuangkan ke dalam tong yang sudah berisi air bersih dan bahan organik utama.
  • Tutup tong rapat menggunakan penutupnya. Jangan lupa untuk memasukkan selang tadi melalui lubang yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Sambungkan selang ke botol plastik berukuran 1 liter dengan cara dibuat lubang pada tutupnya terlebih dahulu. Botol 1 liter ini juga diberi air hingga setengah.
  • Pastikan juga selang tersebut masuk hingga bagian tengah tong.
  • Biarkan tong tersebut tertutup selama kurang lebih 7-10 hari dan jangan dibuka selama jangka waktu tersebut.

4. Tahap Panen

Tahap Panen

Setelah menunggu 7-10 hari, pupuk organik cair sudah bisa digunakan. Mulailah dengan membuka tong tersebut secara perlahan. Apabila sudah muncul bau menyerupai tape, artinya proses pembuatan sudah berhasil. Sekarang kamu tinggal memisahkan antara cairan dengan ampasnya. Cara pemisahan ini dilakukan secara manual.

Disini kamu bisa menggunakan saringan kain untuk memeras atau memfilter agar hanya air saja yang keluar. Tempatkan cairan tersebut di wadah lain dan tutup dengan rapat. Sisa hasil filter tadi juga bisa digunakan sebagai pupuk, namun unsur yang terkandung di dalamnya tidak sebaik ketika pembuatan pupuk organik padat pada cara sebelumnya.

Manfaat Pupuk Organik

Manfaat Pupuk Organik

Bahan utama pembuatan pupuk organik ini dari kompos hewan yang memiliki sifat dapat menyerap air dengan baik. Air yang masuk akan disimpan ke dalam pori-pori tanah dan akan dikeluarkan ketika akar membutuhkannya. Dengan demikian, secara tidak langsung akang membantu dalam menjaga kelembaban tanah. Selain itu, berikut adalah beberapa manfaat penggunaan pupuk organik :

  • Kandungan yang terdapat di dalamnya dapat membantu dalam memperbaiki struktur tanah.
  • Sebagai sumber nutrisi tanaman yang lumayan lengkap, contohnya seperti Magnesium (Mg), Sulfur (S), Tembaga (Cu), Besi (Fe), Nitrogen (N) dan sebagainya.
  • Mikroorganisme yang terkandung di dalamnya bisa membantu meningkatkan aktivitas biologis tanah.
  • Mencegah terjadinya erosi pada lapisan tanah.

Kamu juga bisa membuat pupuk organik dengan menggunakan bahan lain seperti sisa limbah rumah tangga atau sejenisnya. Pembuatan pupuk organik ini terbilang mudah, hemat dan memberikan keuntungan yang besar. Ini sangat cocok bagi kamu yang memiliki peternakan sekaligus lahan pertanian karena tidak perlu repot-repot membeli pupuk dari luar.